JAKARTA - Transportasi menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta kini semakin beragam bagi masyarakat.
Selama ini, perjalanan menuju bandara umumnya dilakukan dengan kendaraan pribadi, taksi, transportasi daring, ataupun kereta bandara. Kini masyarakat memiliki pilihan baru yang lebih ekonomis melalui layanan bus Transjabodetabek.
Kehadiran layanan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau.
Dengan adanya rute baru ini, mobilitas masyarakat menuju bandara diharapkan menjadi lebih mudah, praktis, serta terintegrasi dengan transportasi publik lainnya di Jakarta.
Pemudik yang hendak naik pesawat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta kini bisa ke bandara naik Transjabodetabek. Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dijadwalkan akan diresmikan dan beroperasi mulai hari ini, Kamis, 12 Maret 2026.
Layanan ini menjadi bagian dari pengembangan transportasi publik yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dengan memperluas jangkauan layanan hingga ke bandara, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan transportasi umum dalam aktivitas perjalanan mereka.
Tarif Masih Dalam Perhitungan Pemerintah
Selain memberikan kemudahan akses, tarif perjalanan juga menjadi perhatian utama bagi masyarakat. Banyak calon penumpang yang menantikan kepastian harga tiket layanan Transjabodetabek menuju bandara tersebut.
"Mengenai tiket itu berapa saya belum putuskan, tapi nanti ada, sampai dengan Idul Fitri sama dengan yang ada (Rp 3.500)," ucap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tarif layanan masih dalam tahap penghitungan oleh pemerintah daerah. Berbagai komponen biaya operasional masih dipertimbangkan sebelum tarif resmi diumumkan kepada masyarakat.
Ia melanjutkan, tarif tersebut belum final, dan saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menghitung berbagai komponen biaya operasinal.
Pramono mengatakan, salah satu pertimbangan penetapan tarif penumpang rute ini yaitu, adanya beberapa titik pemberhentian di perjalanan menuju bandara yang turut memengaruhi biaya layanan.
"Kenapa? Karena ternyata untuk ke bandara itu ada tiga kali pemberhentian yang ada cost-nya juga begitu Iho. Tapi pada saatnya nanti kami akan putuskan," lanjut Pramono.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa tarif layanan ini akan tetap lebih terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya menuju bandara.
Alternatif Transportasi Lebih Murah
Transportasi menuju bandara selama ini dikenal memiliki biaya yang cukup tinggi, terutama jika menggunakan taksi atau kendaraan daring.
Kehadiran layanan Transjabodetabek diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi masyarakat dengan biaya perjalanan yang lebih hemat.
Kendati demikian, Pramono memastikan biaya perjalanan menggunakan layanan Transjabodetabek menuju bandara akan jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain.
Ia yakin kehadiran rute ini bisa menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian ke bandara dengan biaya lebih terjangkau.
"Tapi yang jelas pasti jauh lebih murah dibandingkan dengan naik transportasi yang lain maupun taksi," kata Pramono.
Selain itu, layanan ini juga dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas menuju bandara. Jika lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik, maka penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara dapat berkurang secara bertahap.
Dengan demikian, keberadaan rute baru ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penumpang pesawat, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Rute Perjalanan dari Blok M ke Bandara
Rute perjalanan layanan Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno Hatta juga dirancang agar dapat menjangkau sejumlah kawasan penting di Jakarta. Hal ini memungkinkan lebih banyak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Menambahkan dari Kompas.com, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan bahwa rute baru Transjabodetabek ini akan berangkat dari Blok M, lalu melewati Sudirman, MPR/DPR, masuk ke tol, kemudian berhenti di halte-halte pinggir jalan (trotoar) hingga akhirnya di Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan rute yang melewati kawasan pusat kota, layanan ini diharapkan dapat melayani penumpang dari berbagai titik strategis di Jakarta. Masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di pusat bisnis juga dapat langsung menuju bandara menggunakan layanan bus tersebut.
Sistem pemberhentian di halte trotoar juga dirancang untuk memudahkan akses naik dan turun penumpang. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan serta efisiensi perjalanan.
Armada Bus Dirancang Ramah Penumpang
Selain rute dan tarif, jenis armada yang digunakan juga menjadi perhatian dalam layanan ini. Bus yang digunakan merupakan armada Metrotrans dengan desain yang memudahkan mobilitas penumpang.
Sementara jenis bus yang melayani rute itu, kata Welfizon, adalah bus lantai rendah ("low entry") untuk memudahkan penumpang saat mengangkat barang bawaan.
"Jadi Metrotrans yang warna orange, yang lantainya rendah, sehingga nanti mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah. Dan itu akan berhentinya nanti di pinggir, di halte-halte trotoar. Jadi tidak terkoneksi di tengah," ucap Welfizon.
Desain lantai rendah pada bus ini sangat membantu penumpang yang membawa koper atau barang bawaan dalam jumlah cukup banyak. Penumpang tidak perlu lagi kesulitan mengangkat barang ketika naik atau turun dari bus.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, kehadiran rute baru Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno Hatta diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang praktis, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat dari Jakarta.